Selasa, 01 November 2011

Interscalene Plexus Block

Metode dan posisi pasien 
Pasien terlentang
 
Guiding structures
Batas lateral m sternokleidomastoid., Interscalenus alur tempat penyisipan adalah di level thyroid notch (sekitar 2 cm di atas permukaan kartilago krikoid) batas posterior m. sternokleidomastoid. Arah penyisipan adalah sepanjang alur interscalene (ke arah kaudal dan lateral) dengan sudut kira-kira 30 ° dari kulit.
Stimulus respon : m. deltoid, m. bisep. Injeksi anestesi lokal dilakukan bila respon stimulus  pada 0,3 mA / 0.1  ms dapat tercapai secara memadai.

Indikasi 
● Anestesi dan analgesia  bahu dan / atau  daerah proksimal lengan atas
● Mobilisasi (e.g : frozen shoulder)
● Fisioterapi di daerah bahu (e.g : pasca operasi yang di ikuti dengan mobilisasi)
● Terapi untuk sindroma nyeri
● Sympathicolysis
 
Kontraindikasi khusus
● Contralateral phrenic paresis
● Contralateral recurrent paresis
● PPOK / COPD (relatif)
 
Efek samping, komplikasi: 
Horner sindroma, blok frenikus ipsilateral, blok yang berulang.
 
Lokal anestesi
Inisial : 30 - 40 ml lidokain 1% atau mepivacaine 1% atau 30 ml ropivacaine 0,75%
Continus: Ropivacaine 0,2 - 0,375 % 6 ml / jam (5 - 15 ml), maks. 37.5 mg / jam bolus (alternatif): 10 - 20 ml ropivacaine 0,2 - 0,375% (setiap 6 jam)
 
Jarum: 
Single shot: Short-bevel unipolar 22 G x 4 – 6 cm needle
Continus: e.g. 19,5 G x 6 cm (Plexolong B-Set ®, Pajunk co, atau. Contiplex D ®, B. Braun)
dengan kateter G 20 (kateter 4 cm di luar ujung kanula).





Referensi
  • Meier G, Büttner J. Compedium Regional of Anesthesia. The English version was revised by: Dag Selander, MD, PhD, c/o Selmedic HB Betzensgatan 1 S-414 55 Göteborg, Sweden 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar