Jumat, 20 Januari 2012

Krisis Hipertensi pada Pediatrik

Hipertensi tidak biasa dijumpai pada anak. Tekanan darah jarang diukur secara rutin pada anak yang tampak sehat-sehat saja, oleh karena itu maka hipertensi biasanya disertai gejala yang berlainan. Gejala nerologis tampak lebih nyata pada anak dibandingkan dewasa. Kemungkinan terdapat gejala sakit kepala hebat, disertai atau tidak disertai muntah, memberi kesan peningkatan tekanan intrakranial. Anak dapat pula mengalami kejang atau koma yang akut. Beberapa anak akan menunjukkan palsi fasial atau hemiplegia, dan pada bayi bisa disertai apnue.
 
Pengukuran tekanan darah
Mengukur tekanan darah pada anak bisa sulit dan kacau apabila tidak dilakukan dengan benar. Petunjuk-petunjuk ini hendaknya diperhatikan. Pergunakan manset ukuran terbesar yang sesuai dengan ukuran lengan atas. Manset yang terlalu kecil akan menunjukkan tekanan darah yang salah karena terlalu tinggi.
Nilai tekanan darah sistolik lebih dapat dipercaya daripada tekanan diastolik, oleh karena suara Korotkoff yang keempat tidak terdengar atau sampai nilai nol.
Apabila digunakan alat pengukur elektronik, hasilnya sering tidak meyakinkan, maka sebaiknya lakukan pemeriksaan ulang secara normal sebelum diadakan tindakan.
Peningkatan tekanan darah pada anak yang berontak, kesakitan atau berteriak, harus diulang lagi setelah keadaan anak tenang.
Apabila anak sangat kecil atau gelisah, penggunaan alat doppler mungkin menolong secara kasar, tekanan sistolik dapat pula diukur dengan cara palpasi.
Tekanan darah anak normal meningkat sesuai dengan umur, pembacaan harus dibandingkan dengan nilai normal yang sesuai umur anak. Apabila tekanan darah meningkat melebihi 95 percentile dan terus meningkat, maka pengobatan harus dimulai. Simptomatologi peningkatan tekanan darah meningkat pula dengan bertambahnya umur anak, dan diagnosis menjadi tidak sulit.

Pengobatan darurat
Pengobatan pendahuluan akan bergantung kepada keadaan klinik. Jalan napas, pernapasan dan sirkulasi, harus diperhatikan dan ditanggulangi seperti biasa.
Demikian pula dilaksanakan pemantauan status nerologik. Konvulsi biasanya dapat diatasi dengan diazepam, dan pasien dengan peningkatan tekanan intrakranial harus ditanggulangi sebagaimana mestinya.
Segera setelah resusitasi dilakukan, maka pengobatan hipertensi harus dimulai setelah berkonsultasi dengan ahli saraf anak atau kardiologi anak, karena penurunan tekanan darh yang terlalu cepat bisa berbahaya bagi anak.
Pemantauan tekanan darah, penglihatan dan pupil sangat penting pada saat ini oleh karena penurunan tekanan darah dapat menyebabkan infark dikepala nervus optikus. Setiap perubahan harus diikuti dengan peningkatan tekanan darah segera, dengan air garam fisiologis atau koloid. Kadang-kadang anak menderita
anuri, pemeriksaan fungsi ginjal, (kreatinin serum, urea dan elektrolit) harus dinilai secara tepat.
Beberapa obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah anak dapat dilihat pada Table 1
Tabel 1. Obat-obat yang digunakan pada hipertensi berat

Beberapa ahli mungkin menganjurkan pemberian nifedipin sebagi pengobatan sementara sebelum dipindah, anak harus tetap dipantau tekanan darahnya dan infus intravena harus dimulai.
Anak-anak ini harus dirawat didalam unit yang berpengalaman dalam penanggulangan hipertensi anak. Biasanya dipusat nefrologi anak atau kardiologi anak. Konsultasi yang memadai harus dilakukan sebelum pemindahan pasien.

REFERENSI
  1. Advanced Paediatric Life Support, the practical approach, British Med Journal Publication, 1997
  2. Byron YA and Mc Closky K . Evaluation, Stabilization and Transport of the Critically III Child Mosby, St Louis, 1992
  3. Chamedes L and Hazinski MF : Pediatric Advanced Life Support, American Heart Association and American Academy of Pediatrics, Emergency cardiovascular Care Program 1997 – 1999.
 
Sumber :
Kumpulan materi pelatihan resusitasi pediatrik tahap lanjut

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar